Study Visit Pondok Modern Assalam Ke Pondok Modern Selamat

Assalamualaikum..

Siapa yang tidak kenal PONPES ASSALAM SOLO, nih? Wah pasti tau dong! Alhamdulillah sekali, beberapa waktu lalu tepatnya pada tanggal 8 November 2017 Pondok Modern Selamat kedatangan tamu istimewa yaitu sang kakak-kakak senior kita yang berasal dari Pondok Pesantren Assalam Solo. Kedatangannya pun tak lain tak bukan pula, dalam rangka study visit. Dalam kesempatan ini para santriwati Assalam yang berjumlah 160 orang dari beberapa organisasi, antara lain : pengurus harian, pramuka, kesehatan, OSIS, keamanan,dan asrama bertemu dengan santriwati dari PMS.

Kegiatan yang berlangsung seharian ini diisi dengan materi edukasi yang dikemas praktis oleh para santriwati PMS. Penyampaian secara diskusi pun terasa mengasyikan. Mereka saling bertukar cerita mengenai peraturan harian dari masing-masing pondok. Ternyata banyak sekali ilmu yang dibagikan keduanya, baik dari Assalam maupun PMS. Tak lupa pula kami mengajak para santriwati dari Assalam berkeliling di lingkungan PMS, guna meninjau kegiatan maupun tempat terkait untuk melihat fasilitas apa saja yang terdapat di PMS. Antusiasme yang luar biasa karena hingga matahari tiba di ufuk barat pun mereka masih asyik bertukar ilmu organisasi maupun saling bercengkrama. Tak disangka pula loh, setelah acara ini tali silaturahmi para santriwati ini semakin erat. Hingga dipenghujung acara selesai pun tangis mewarnai perpisahan mereka. Dengan keterbatasan waktu para santriwati ini saling bertukar banyak ilmu. Semoga kelak ilmu itu dapat berguna diterapkan di area pondok masing-masing ya! –mdy

Momentum Hari Pendidikan di Pondok Modern Selamat

(Suasana upacara peringatan Hari Guru Nasional yang diikuti oleh seluruh civitas akademika Pondok Modern Selamat Kendal)

Doc. pribadi

 

GURU, satu kata seribu makna. Guru merupakan simbol dari perjuangan dan teladan. Guru adalah representasi atas agen pembentuk kepribadian. Guru merupakan prototip atas semua perilaku dan kepribadian luhur suatu bangsa. Guru itu mulia.

Dari sudut pandang historis guru menempati strata atas dan memiliki status serta previlage sebagai ujung tombak dalam pembentuk karakter manusia. Ketika masa feodal, guru masuk dalam kategori priyai. Priyai merupakan julukan atau simbol status sosial yang diberikan pada tiap indivudu karena statusnya yang dianggap tinggi, agung, dan prestisius. Priyai diberikan kepada aparatur masyarakat atau Negara seperti lurah, camat, bupati, gubernur,  dan tak lain adalah guru.

Guru itu cahaya, begitulah kiranya.

Hari guru merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan Negara untuk memuliakan guru. Hari guru menjadi momentum untuk semua civitas akademika yang berhubungan langsung dengan dunia kependidikan. Hari guru merupakan bukti bahwa memang sudah sepantasnya seorang pendidik profesional ditempatkan pada posisi yang mulia dan dimuliakan.

Pondok Modern Selamat (PMS) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang ikut merayakan uforia Hari Guru Nasional. Kegiatan yang dilakukan tiap 25 November ini merupakan bentuk penghargaan dari segenap warga PMS bagi semua guru yang berada di lingkungan pondok. Acara yang diikuti oleh guru, siswa, dan pengelola yayasan ini menjadi salah satu indikasi dan refleksi bahwa seorang santri sudah sepantasnya menghormati dan menghargai guru.

Hari guru dijakan ajang pembelajaran bagi semua warga PMS bahwa bukan sekadar kompetensi akademik saja yang dikembangkan, namun lebih dari itu, PMS mengajarkan budaya dan akhlak sopan satun. Budaya dan akhlak mulai itu dikemas dalam pembiasaan tawadhu’.

Tawadhu’ merupakan salah satu budaya yang diinternalisasi kepada santri dan selalu dijalankan serta menjadi kebiasaan (habbit) warga PMS. Karena dengan tawadhu’, kita dapat belajar bagaimana cara menghormati dan bagaiamana bersikap ketika dihormati. Dengan tawadhu’ kita diajarkan untuk memanusiakan manusia, dan lebih khususnya menghormati dan memuliakan seorang guru.

Sejahtera guruku, sejahtera selalu.

-sibyankharis-

Pemilihan Ketua Osis Wujud Penerapan Politik Usia Dini

Pemilihan Ketua Osis Wujud Penerapan Politik Usia Dini

Sebagai Negara yang memiliki penduduk terbesar ke-3 didunia menjadikian Indonesia Negara yang sulit untuk menerapkan budaya politik bagi masyarakatnya terutama pada usia dini, sehingga menyebabkan Indonesia sulit untuk mengembangkanpolitik di negaranya sendiri, bahkan terkadang ranah politik dijadikan ladang penghidupan bagi para aktornya atau bahkan sering disalah gunakan untuk mencari penghasilan dengan cara yang tidak sewajarnya, itulah INDONESIA. (more…)