Lahan terbuka semakin berkurang karena semakin pesatnya pembangunan pemukiman serta prasarana fisik perkotaan. Sehingga muncul permasalahan, diantaranya adalah berkurangnya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta berkurangnya lahan untuk resapan air yang berakibat pada meningkatnya aliran air permukaan dan berkurangnya ketersediaan air tanah. 0

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan teknologi yang sederhana, tepat guna, mudah diterapkan dan harganya sangat terjangkau, tetapi dampaknya sangat luar biasa untuk menyelamatkan lingkungan khususnya menjaga ketersediaan air tanah dan meminimalkan dampak banjir. Teknologi tersebut dinamakan Lubang Resapan Biopori (LRB). Dinamakan teknologi biopori karena mengandalkan jasa hewan-hewan tanah seperti cacing dan rayap untuk membentuk pori-pori alami dalam tanah sehingga air bisa terserap dan memperbaiki struktur tanah.

Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm kedalaman sekitar 100 cm atau tidak melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang kemudian diisi dengan sampah organik yang berfungsi untuk menghidupkan mikroorganisme tanah seperti caacing tanah dan rayap. Mikroorganisme tanah ini akan membentuk pori-pori atau terowongan bawah tanah (biopori) yang dapat mempercepat resapan air ke dalam tanah secara horisontal.

Lubang resapan biopori adalah teknologi sederhana yang mempunyai fungsi ganda dalam upaya mengalirkan air hujan kedalam tanah dan sekaligus mengomposkan sampah organik. Fungsinya antara lain adalah:

  1. memelihara cadangan air tanah
  2. mencegah terjadinya keamblesan (subsidence) dan keretakan tanah
  3. menghambat intrusi air laut,
  4. mengubah sampah organik menjadi kompos
  5. meningkatkan kesuburan tanah
  6. menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah
  7. mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh adanya genangan air seperti demam berdarah, malaria, kaki gajah dsb.
  8. mengurangi masalah pembuangan sampah yang mengakibatkan pencemaran udara dan perairan
  9. mengurangi emisi gas rumah kaca (COZ dan metan)
  10. mengurangi banjir, longsor, dan kekeringan.

Berikut cara yang dapat ditempuh untuk membuat bor biopori sebagai berikut:

siapkan alat-alat yang akan dibutuhkan untuk membuatnya, yaitu bor biopori,pisau,linggis,kape,cetok

123

cara membuat lubang:

  1. pilih tempat yang akan dibuat kemudian tancapkan bor kedalam tanah,tekan dan putar searah jarum jam
  2. untuk memulai melubangii alangkah baiknya disiram air untuk mempermudah dalam pelubangan
  3. angkat bor jika terasa sudah penuh tanah, lalu bersihkan bersihkan mata bor dengan pisau dari bagian dalam mata bor menuju bagian keluar sampai bersih
  4. lakukan langkah sebelunya sampai kedalaman 100 cm

Bila lubang yang dibuat berdiameter 10 cm dan kedalamannya 100cm maka dapat menampung 7.8 liter sampah,berarti dapat di isi sampah setiap 3-4 hari sekali. Untuk mengisinya cukup dengan memasukannya saja. Sampah-sampah organik itu antara lain sampah dapur,limbah peternakan,limbah pertanian seperti jerami.

Pada prinsipnya teknologi sederhana ini menahan air hujan tidak langsung mengalir ke daaerah yang lebih rendah, tetapi membiarkan terserap kedalam tanah melalui lubang resapan

biopori. dinamakan teknologi biopori karena mengandalkan jasa hewan tanah seperti cacing dan rayap untuk membentuk pori-pori alami tanah sehingga air bisa terserap dan memperbaiki struktur tanah.

Oleh karena itu dengan menerapkan teknologi sederhana ini maka kita dapat menyandang sebutan sebagai “pahlawan lingkungan”. Walaupun tidak seluruh lingkungan kita selamatkan,namun palling tidak dimulai dari lingkungan tempat tinggal kita.

Pengirim : Mutia ramadani